Bojonegoro, 23 Juli 2026 - Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Kelompok 44 Universitas Brawijaya (UB) melaksanakan program kerja Sosialisasi Anti-Bullying di MI Najil Ummah Kenep, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan yang menyasar siswa kelas 4, 5, dan 6 ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai bullying serta menumbuhkan kesadaran siswa untuk saling menghargai dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Program kerja yang digagas oleh Vara Vaulina Safitri, salah satu anggota MMD UB Kelompok 44, dilaksanakan sebagai bentuk edukasi mengenai pentingnya mengenali dan mencegah bullying sejak usia sekolah dasar. Dalam kegiatan ini, siswa diberikan pemahaman bahwa bullying tidak hanya berupa tindakan fisik seperti memukul atau mendorong, tetapi juga dapat dilakukan melalui perkataan, pengucilan, hingga tindakan melalui media digital.

Materi yang disampaikan mencakup pengertian bullying, perbedaan antara bullying dan candaan, serta empat bentuk bullying, yaitu bullying fisik, verbal, sosial, dan cyberbullying. Siswa juga diajak memahami dampak bullying terhadap korban serta langkah yang dapat dilakukan ketika mengalami atau melihat tindakan perundungan, termasuk keberanian untuk melapor kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya. Selain itu, diperkenalkan pula konsep upstander, yaitu seseorang yang berani membantu dan mendukung teman yang mengalami bullying.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, tanya jawab, dan pembahasan contoh situasi yang dekat dengan kehidupan siswa sehari-hari. Sebelum materi diberikan, siswa mengerjakan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal mengenai bullying. Setelah penyampaian materi dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan post-test sebagai evaluasi pemahaman siswa, kemudian ditutup dengan kegiatan cap jempol pada poster anti-bullying sebagai simbol komitmen bersama untuk mencegah dan menolak tindakan perundungan.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat lebih mengenali berbagai bentuk bullying dan memahami bahwa tindakan yang dianggap sebagai candaan dapat menjadi sesuatu yang menyakiti orang lain. Sosialisasi ini juga menjadi upaya untuk menanamkan sikap empati, saling menghargai, dan keberanian untuk mengambil tindakan yang tepat ketika melihat maupun mengalami bullying di lingkungan sekolah.


By Admin
Dibuat tanggal 11-08-2026
0 Dilihat