Penulis: Azfa Putri Zahrani | MMD Universitas Brawijaya Kelompok 44

Bojonegoro, 16 Juli 2026

BOJONEGORO – Stunting masih menjadi salah satu permasalahan gizi yang memerlukan perhatian bersama karena dapat memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas hidup anak di masa depan. Upaya pencegahan stunting perlu dilakukan sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi seimbang, termasuk peningkatan konsumsi protein hewani. Menjawab kondisi tersebut, Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya Kelompok 44 berkolaborasi dengan Program Hibah Strategis DRPM Universitas Brawijaya Tahun 2026 melaksanakan program GEMARI GIZI (Gerakan Edukasi Makan Ikan Bergizi) di Desa Kenep, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro.

Program kerja yang diinisiasi oleh Azfa Putri Zahrani, mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Onni Meirezaldi, S.Sos., M.M., ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil, ibu balita, dan masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang, konsumsi ikan, serta pemanfaatan pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting. Ikan patin dipilih karena merupakan sumber protein hewani berkualitas tinggi, sementara daun kelor dipilih karena banyak tumbuh di pekarangan rumah warga Desa Kenep dan kaya akan vitamin, mineral, serta zat besi.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pengertian, penyebab, dampak, serta langkah-langkah pencegahan stunting, salah satu caranya dengan mengonsumsi makanan bergizi seperti ikan dan sayuran. Peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi dan aktif berdiskusi mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia balita.

Sesi dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan nugget ikan patin dengan penambahan daun kelor. Peserta diperlihatkan tahapan akhir pengolahan nugget yang telah dikukus sebelumnya, mulai dari pelumuran ke dalam tepung, pelapisan tepung panir, hingga proses penggorengan. Berbagai pertanyaan diajukan peserta mengenai teknik pengolahan hingga cara penyimpanan nugget agar tetap aman dan berkualitas, dan tidak sedikit yang berencana mempraktikkannya sendiri di rumah.

Setelah demonstrasi, nugget dibagikan kepada peserta untuk dicicipi dan mendapat tanggapan positif karena rasanya enak, teksturnya lembut, serta tidak terasa aroma khas ikan maupun daun kelor yang terlalu kuat. Momen ini sekaligus menjadi ajang mengingatkan pentingnya konsumsi ikan secara rutin sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

Melalui program GEMARI GIZI, masyarakat Desa Kenep diharapkan semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia balita, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 3 (Good Health and Well-being). Program ini diharapkan dapat terus berlanjut melalui penyebaran resep nugget ikan patin daun kelor kepada kader posyandu dan kelompok PKK setempat, dengan dukungan perangkat Desa Kenep sebagai kunci keberlanjutannya.


By Admin
Dibuat tanggal 11-08-2026
0 Dilihat